Hore, Dolar Keok di Asia, Nilai Tukar Rupiah Akhir Pekan Paling Perkasa

Sariagri – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini di pasar spot paling perkasa dibandingkan mata uang di kawasan Asia. Nilai tukar rupiah menguat 39 poin atau 0,27 persen menjadi Rp14.194 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp14.233 per dolar AS.

Selain rupiah, hingga pukul 15.00 WIB, mayoritas nilai tukar mata uang di kawasan berhasil menang terhadap dolar AS, kecuali dolar Hong Kong turun 0,01 persen. Sementara yen Jepang naik 0,03 persen, dolar Singapura naik 0,09 persen, dolar Taiwan naik 0,02 persen, krown Korea menguat 0,12 persen.

Kemudian, peso Filipina naik 0,08 persen, nilai tukar rupiah rupee India perkasa 0,17 persen, yuan China naik 0,01 persen, ringgit Malaysia naik 0,04 persen, dan baht Thailand perksa 0,12 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuabi, mengatakan kekalahan nilai tukar dolar terhadap matau uang di kawasan Asia, termasuk rupiah, disebabkan investor beralih ke aset berisiko karena kekhawatiran virulensi varian omicron COVID-19 terus memudar.

“Investor menyambut baik persetujuan penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk Molnupiravir, Merck & Co Inc’s pil Covid-19,” ujar Ibrahim.

Baca Juga: Nila Tukar Rupiah Kamis Sore Paling Perkasa di AsiaKurs Rupiah Hari Ini Kemungkinan Stabil

Di tempat lain di Asia Pasifik, nilai tukar rupiah pihak berwenang mengunci kota Xi’an di China barat, langkah terbesar sejak pandemi dimulai pada awal 2020. Sebanyak 13 juta penduduk kota itu diminta untuk tetap di rumah mereka dan menunjuk satu orang untuk keluar setiap hari lain untuk kebutuhan, dalam upaya untuk mengekang wabah Covid-19 terbaru di China.

Di kawasan ini, nilai tukar rupiah data yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan bahwa indeks harga konsumen inti nasional Jepang tumbuh 0,5 persen tahun-ke-tahun di bulan November. Kabinet negara itu juga menyetujui rekor anggaran awal untuk tahun yang dimulai pada April 2022. Untuk tahun yang berakhir Maret 2023, Jepang merencanakan pengeluaran keseluruhan sebesar 107,6 triliun yen (sekitar 941,26 miliar dolar AS), meningkat 0,9 persen dari anggaran awal tahun ini. 

Video Terkait:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top